Bisa jadi karena Bambang DH adalah yang paling berhak mengklaim keberhasilan pembangunan Surabaya, sehingga harus mengulang nasib Pak Harto menjadi “bapak Pembangunan” yang disematkan oleh warga Surabaya Barat beberapa waktu lalu.
Lalu dimana Saleh dalam peran pembangunan itu? Bambang pernah menyebut bahwa Saleh adalah yang memberi berbagai masukan kepadanya selama ini. Klaim pembangunan itu akhirnya sampai juga ke tangan Risma. Setelah ada lampu hijau dari DPP PDI Perjuangan, Risma mulai gerilya memanfaatkan “hasil-hasil pembangunan”.
Sebenarnya sejak lama Risma selalu hadir dalam berbagai rubrik yang menampilkan jejak pembangunan Bambang DH, karena posisinya sebagai perencana kota di BAPPEKO. Risma yang pada awalnya dicitrakan sebagai pekerja keras ketika di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kini dicitrakan sebagai pemikir ulung di BAPPEKO. Lalu kemana peran PNS pemkot yang lain? Bukankah selayaknya pula seorang pegawai negeri sipil menyelesaikan tugasnya seperti Risma.



