22 SMAN

M. Frimainto Utomo

Waktu saya SD, di SD Negeri Balasklumprik I/434 Surabaya, cita-cita saya mau masuk SMP Negeri. Itu saja. Pilihannya pun tidak jauh-jauh. Saya hanya tahu SMP Negeri yang dekat, yaitu SMP Negeri 16 di Kedurus dan SMP Negeri 24 di Karang Pilang (waktu itu masih di Bumi Marinir).

Alhamdulillah, dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang cukup baik, saya diterima di SMP Negeri 16. Hal yang sama hampir terulang, ketika mau lulus SMP. Saya awalnya hanya tahu SMA Negeri 18 di Kampus IKIP Ketintang (waktu itu), dan SMA Negeri 13 di Lakarsantri, sebagai tujuan melanjutkan sekolah. Menjelang kelulusan, saya dengar 1 lagi sekolah negeri baru berdiri, yakni SMA Negeri 22 di Balasklumprik, yg dekat dengan rumah. Itu tahun 1994.

Qadarullah saya tidak masuk ketiga SMA tersebut. Karena diajak teman, atas saran ibunya yang seorang guru, untuk mendaftar ke SMA Negeri 5. Karena NEM saya waktu itu dianggap cukup. Alhamdulillah diterima di SMAN 5, dan mulailah saya lebih mengetahui Kota Surabaya, karena teman-teman SMA berasal dari berbagai tempat seantero Surabaya, bahkan dari luar kota.

Di kesempatan ini saya ingin mengulik satu hal saja dari cerita saya di atas. Yakni, jumlah SMA Negeri di Surabaya, mulai tahun 1994 saat saya masuk SMA, hingga kini tahun 2026, belum ada penambahan jumlah. Yakni tetap 22 buah. Selama 32 tahun (sama dengan jumlah tahun kekuasaan Presiden Soeharto).

Bagikan:

Tags

Leave a Comment