Tuhan telah menanamkan semangat belajar yang luar biasa dalam diri David, terutama di bidang bahasa. Sejak SD hingga SMA David sekolah di SLB YPAC Surabaya. David tak pernah membayangkan bisa berkuliah hingga gurunya memberi tahu bahwa UM Surabaya membuka beasiswa penuh bagi siswa difabel.
David pun mengikuti serangkaian tes hingga dinyatakan lolos dan resmi menjadi penerima beasiswa difabel dengan pembebasan biaya pendidikan secara penuh hingga dirinya diwisuda.
Di awal perjalanan kuliahnya, David dan keluarga sempat ragu karena David adalah seorang non-Muslim yang akan kuliah di kampus Islam. Ia khawatir tidak bisa menyesuaikan diri di UM Surabaya. Tetapi kekhawatiran itu sirna begitu ia mulai berinteraksi dengan dosen dan teman-teman.



