3. Logika Budaya
Ada orang memilih partai karena partainya bersahabat atau bernuansa sesuai dengan budaya dimana ia tumbuh. Maka bagi orang seperti ini penting menunjukkan nuansa lokal seperti pakaian, bahasa, seni, karakter khas, humor khas, dan sejenisnya.
4. Logika Momentum Historis
Ada orang memilih partai karena sebuah peristiwa atau momentum yang berdekatan dengan pemilu. Misalnya saat reformasi, orang cenderung memilih partai oposan orde baru. Setelah 212, orang cenderung memilih partai tertentu. Di malaysia, skandal pemerintah berujung pada kemenangan oposisi. Disini, momentum apa yang bisa digunakan, itu yang perlu dicermati. Sehingga berbuah kepada gelombang dukungan. Di tingkat mikro, kita juga bisa mengenali momentum historis apa yang melekat pada seorang pemilih, dan dari situ kita bisa mengaitkan dg partai anda (jika momentumnya positif) atau tidak mengaitkan dengan partai anda (jika momentumnya negatif).
5. Logika Jaringan
Ada orang yang memilih partai karena ia berada dalam jaringan dimana orang di dalam jaringan tersebut memilih partai tersebut. Misalnya jaringan profesi, jaringan olahraga, jaringan pedagang, jaringan keagamaan, jaringan kepemudaan, dan lain-lain. Tunjukkan bahwa tokoh dan beberapa orang dalam jaringan memilih partai anda, maka ia pun akan mengikuti.



